SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA(jangan lupa coment)

Senin, 29 Oktober 2012

Konsep Gaya Lorentz

Jika arus listrik mengalir dari A ke B ternyata pita dari alumunium foil  melengkung ke atas , ini berarti ada sesuatu gaya yang berarah keatas akibat adanya medan magnet homogen dari utara ke selatan. Gaya ini selanjutnya disebut sebagai gaya magnetic atau gaya Lorentz . Jika arus listrik dibalik sehingga mengalir dari B ke A, ternyata pita dari alumunium foil melengkung ke bawah. Jika arus listrik diperbesar maka alumunium foil akan melengkung lebih besar. Ini berarti besar dan arah gaya Lorentz tergantung besar dan arah arus listrik.
Karena gaya Lorentz ( FL ) , arus listrik ( I ) dan medan magnet ( B ) adalah besaran vector maka peninjauan secara matematik besar dan arah gaya Lorentz ini hasil perkalian vector ( cros-product ) dari I dan B.
FL  = I x B
 
Besarnya gaya Lorentz dapat dihitung dengan rumus FL = I.B sinθ
Rumus ini berlaku untuk panjang kawat 1 meter.
Perhitungan diatas adalah gaya Lorentz yang mempengaruhi kawat tiap satuan panjang. Jadi jika panjang kawat = â„“ , maka besar gaya Lorentz dapat dihitung dengan rumus :
FL  = I . â„“ . B . Sin θ
•    FL = gaya Lorentz dalam newton ( N )
•    I   = kuat arus listrik dalam ampere ( A )
•    â„“   = panjang kawat dalam meter ( m )
•    B  = kuat medan magnet dalam Wb/m2 atau tesla ( T )
•    θ  = sudut antara  arah I dan B
Dari rumus di atas ternyata jika besar sudut θ adalah :
•    Θ =900 , arah arus listrik dan medan magnet ( I dan B ) saling tegak lurus maka FL mencapai maksimum
•    Θ = 00 , arah arus listrik dan medan magnet  ( I dan B ) saling sejajar maka FL  = 0 atau kawat tidak dipengaruhi gaya Lorentz
Hubungan antara FL , I dan B dapat lebih mudah dipelajari dengan menggunakan kaidah tangan kiri. Yaitu dengan mengangan-angankan jika ibu jari, jari telunjuk dan jari tangah kita bentangkan saling tegak lurus, maka :
•    Ibu jari          : menunjukan arah gaya Lorentz ( FL ) Arah gaya  Lorentz
•    Jari telunjuk  : menunjukkan arah medan magnet ( B )
•    Jari tengah    : menunjukkan arah arus listrik ( I )
Coba sekarang kalian terapkan kaidah ini pada percobaan diatas, mengapa alumunium foil melengkung keatas ? sesuaikah dengan kaidah tangan kiri ?

Catatan :
Aturan ini dapat juga menggunakan kaidah tangan kanan, yaitu dengan mengangan-angankan jika Ibu jari, Jari Telunjuk dan Jari tengah kita bentangkan saling tegak lurus, maka : Jari tengah menunjuk arah gaya Lorentz, jari telunjuk menunjuk arah medan magnet dan Ibu jari menunjuk arah arus listrik.
Contoh Soal :
1.    Sebuah kawat berarus listrik I = 2 A membentang horizontal dengan arah arus dari utara ke selatan, berada dalam medan magnet homogen B = 10 – 4  T dengan arah vertikal ke atas. Bila panjang kawatnya 5 meter dan arah arus tegak lurus arah medan magnet. Berapa besar dan arah   gaya Lorentz yang dialami oleh kawat ? ...
Jawab :
Diket :  I = 2 A
           B = 10 – 4  T
           â„“  = 5 m

Ditanya :  FL = ............... ?
Dijawab :

FL = I . â„“ . B . sin θ
    = 2 ampere . 5 meter . 10 -4  Tesla . sin 900
    = 10-3  newton

Dengan arah gaya menunjuk ke Barat
2.    Seutas kawat lurus yang terletak di equator diarahkan sejajar dengan bumi sepanjang arah timur-barat. Induksi magnetic dititik itu horizontal dan besarnya 6.10-5  T. Jika massa persatuan panjang kawat 5.10-3 kg/m dan g  = 10 m/s2, berapa arus yang mengalir di dalam kawat supaya besar gaya yang dialaminya seimbang dengan berat kawat ? ….
Jawab :
Diket :  B =   6.10-5  T
            m/L =  5 . 10-3kg/m
            g  = 10 m/s2
Ditanya :  I = …….?  Supaya gaya Lorentz seimbang dengan gaya berat
Dijawab :  

FL  =  w
B. I. L  =  m . g     
B . I  =  m/L  . g
6 . 10 – 5  . I = 5 . 10 – 3 . 10
Jadi I =  5000/6  Ampere


Gaya Lorenz pada Dua Kawat Sejajar

Jika ada dua kawat saling sejajar dipasang saling berdekatan ternyata kedua kawat akan saling tarik-menarik  jika dialiri arus searah , dan akan saling tolak menolak jika dialiri arus berlawan- an arah.

Dua kawat sejajar  terpisah sejauh a dialiri arus listrik  I1 dan I2 searah satu sama lain . Titik P adalah perpotongan antara kawat I1 dengan bidang dan titik Q perpotongan antara I2 dengan bidang.  B1 adalah medan dititik Q akibat dari kuat arus I1 sedangkan B2 adalah medan magnet dititik P akibat dari kuat arus I2. Jika masing-masing titik ( P dan Q ) ditentukan arah gaya Lorentz yang dialaminya ( dengan menggunakan kaidah tangan kiri ) maka gaya F1 dan F2 akan seperti gambar. Gaya tersebut akan menyebabkan kedua kawat saling tertarik dan akan melengkung kedalam.
Bagaimana jika salah satu kawat dialiri arus listrik  dengan berlawanan arah dengan  kawat yang lainnya ?
Coba gambarkan sendiri , dengan I1 atau I2 dibalik arahnya ?
Besarnya gaya tarik atau tolak yang dialami kawat tiap satuan panjang setelah dijabarkan terdapat rumus :



•    FL           = gaya Lorentz dalam newton ( N )
•    I1 dan I2  = arus pada masing-masing kawat dalam ampere ( A )
•    a             = jarak antara kedua kawat dalam meter ( m )
•    μ0           = permeabilitas udara / ruang hampa = 4∏. 10-7  Wb/ Am. m
catatan :
Jika I1 = I2 = I  ,  dan â„“ = 1 meter maka  FL = μ0 I2 / 2π.a
Jika I = 1  ampere dan a = 1 m  maka besarnya FL = 4∏. 10-7  ( 1 )2 / 2π.1 =  2 . 10-7  N  

Dari hasil penjabaran tersebut maka definisi 1 ampere ditentukan sebagai berikut :

Definisi :  
1 ampere adalah = besarnya arus listrik pada dua kawat sejajar yang berjarak satu meter  satu sama lain sehingga jika kedua arus itu searah maka tiap satu satuan panjang ( 1 m ) kawat akan saling tarik-menarik dengan gaya sebesar 2 . 10-7 N
Contoh :
1.    Dua kawat sejajar satu sama lain  berjarak 10 cm, pada kedua kawat mengalir arus listrik  yang sama besar yaitu 10 A  dengan arah arus yang sama. Bila panjang kawat 1 meter maka tentukan besar dan arah  gaya Lorentz yang dialami    kedua kawat !
Jawab :
Diketahui :  I1 = I2 = 10 A
                  a        =  10 cm = 0,1 m
                  â„“         =  1 meter

Ditanya    : FL  = …………………….?
Dijawab   :

FL  =  4∏. 10-7  10.10 / 2∏.0,1
     =  2 . 10-4  N                                                      
Dengan arah saling tarik menarik
2.    Tiga Buah kawat sejajar dialiri arus listrik  dengan arah seperti      gambar ,  Jika Jarak masing- masing kawat adalah a = 4 cm dan   besar arus adalah masing-masing sama 8 A . Tentukan besar dan   arah gaya Lorentz  persatuan panjang yang dialami oleh kawat B ?    


Jawab :
FAB    =      
= 4∏. 10-7 . 8 . 8 / 2∏. 4 . 10-2

=  3,2 . 10-4  Newton dengan arah keatas
FBC  =      
        = 4∏. 10-7  . 8 . 8 / 2∏. 4 . 10-2 = 3,2 . 10-4 Newton dengan arah keatas

     Karena FAB  dan FBC searah maka ,
     FB = gaya total yang dialami B adalah FAB  + FBC =  6,4 . 10-4  N
     Dengan arah keatas



Gaya Lorenz pada Muatan yang Bergerak

Sebuah partikel  bermuatan listrik yang bergerak dalam daerah medan magnet homogen akan mendapatkan gaya. Gaya ini juga dinamakan gaya Lorentz. Gerak partikel akan menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi.
Pada gambar tampak sebuah partikel bermuatan yang bergerak dalam medan magnet. Ditunjukkan bagaimana kalau partikel tersebut bermuatan positif ( gambar a ) dan bagaimana kalau partikel tersebut bermuatan negatif ( gambar b ) .



Arah gaya Lorentz pada muatan yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kiri
•    Ibu jari         = sebagai arah gaya Lorentz
•    Jari telunjuk = sebagai arah medan magnet
•    Jari tengah   = sebagai arah arus listrik
(untuk  muatan positif arah gerak searah dengan arah arus, sedang untuk muatan negatif arah gerak berlawanan dengan arah arus )
Coba kalian terapkan pada gambar diatas, sesuaikah dengan aturan tersebut ?
Jika besar muatan q bergerak dengan kecepatan v,  dan  I = q / t      maka persamaan gaya Lorentz untuk kawat dapat dituliskan :
 FL = I . â„“ . B sin θ  = q/t . â„“ . B sin θ
     = q . â„“/t . B sin θ  = q . v . B sin θ  
        Karena â„“/t = v .
Sehingga besarnya gaya Lorentz yang dialami oleh sebuah muatan yang bergerak dalam daerah medan magnet dapat dicari dengan menggunakan rumus :  

•    FL = gaya Lorentz dalam newton ( N )
•    q  = besarnya muatan yang bergerak dalam coulomb ( C )
•    v  = kecepatan muatan dalam meter / sekon ( m/s )
•    B  = kuat medan magnet dalam Wb/m2 atau tesla ( T )
•    θ  = sudut antara arah v dan B
•    FL    selalu mempunyai arah tegak lurus dengan v dan B
Catatan penting :

Sebenarnya gaya yang mempengaruhi pada muatan yang bergerak dalam medan magnet disamping dipengaruhi gaya magnet juga dipengaruhi oleh gaya listrk sebesar F = q . E.  Tetapi karena nlai gaya ini sangat kecil dibandingkan dengan gaya magnetnya maka didalam  perhitungan terkadang diabaikan

Bila sebuah partikel bermuatan listrik bergerak tegak lurus dengan medan magnet  homogen yang mempengaruhi selama geraknya, maka muatan akan bergerak dengan lintasan  berupa lingkaran.
Sebuah muatan positif bergerak dalam medan magnet B (dengan arah menembus bidang) secara terus menerus (gambar P) akan membentuk lintasan lingkaran dengan gaya Lorentz yang timbul menuju ke pusat lingkaran. Demikian juga untuk muatan negative (gambar Q ) 
Persamaan-persamaan yang memenuhi pada muatan yang bergerak dalam medan magnet homogen sedemikian sehinga membentuk lintasan lingkaran adalah :
Gaya yang dialami akibat medan magnet :   FL = q . v . B
Gaya sentripetal yang dialami oleh partikel : Dengan menyamakan kedua persamaan kia mendapatkan  persamaan :     
 

•    R = jari-jari lintasan partikel dalam meter ( m )      
•    m = massa partikel dalam kilogram ( kg )      
•    v =  kecepatan partikel dalam meter / sekon ( m/s )      
•    q = muatan partikel dalam coulomb ( C )    

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites